Kontak

Silaturahmi Virtual BI – OJK Bali Nusra dengan Lembaga Perbankan & Non Bank

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Provinsi Bali, melakukan silaturahmi Idul Fitri 1441 H. Silaturahmi secara virtual diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala Kpw BI Bali, Trisno Nugroho dan Kepala OJK Regional 8 Elyanus Pangsoda bersilaturahmi dari studio di kantor Kpw BI Bali di Renon, Denpasar. Wagub Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dari kantor gubernuran, sementara 120 perwakilan bank, lembaga non-bank, perguruan tinggi, dan intansi lainnya, dari kantor masing-masing.

Setelah mengucapkan selamat hari raya, dan memohon maaf lahir batin sesuai tradisi Lebaran, Trisno Nugroho menjelaskan ihwal kondisi 2020 di tengah kondisi pandemi Covid- 19.

“Kita semua tahu ini tidak hanya ada di Bali, tetapi juga di Indonesia dan di seluruh dunia,” katanya, Rabu (27/5/2020).

Tahun 2020, kata dia, semua negara diuji dengan adanya pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 5,5 juta kasus serta memakan korban lebih dari 340 ribu di seluruh dunia.

Kondisi tersebut memaksa semua orang beradaptasi, serta melakukan penyesuaian akan kehidupan sehari-hari baik dalam bekerja, beribadah maupun bersilaturahmi.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, pandemi ini berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang merupakan tulang punggung perekonomian Bali. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Bali tahun 2020 mengalami ujian sangat berat,” jelasnya.

Pada Triwulan I – 2020, perekonomian Bali mengalami kontraksi mencapai (-1,14) persen (yoy) dari triwulan IV-2019 yang mampu tumbuh 5,51 persen (yoy).

“Pandemi ini juga menyebabkan perubahan, dalam aspek kehidupan kita termasuk dalam bekerja,”imbuhnya.

Sudah lebih dari dua bulan, masyarakat dihadapkan dengan kondisi sosial distancing, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan hand sanitizer serta yang paling berbeda adalah Work From Home (WFH).

“Kita dihadapkan pada situasi larangan berkumpul, serta kegiatan yang mengundang keramaian. Hal ini tentu membuat kita harus berfikir lebih kreatif, untuk dapat bekerja secara efektif dan produktif dengan media yang ada,” jelasnya.

Selanjutnya, memasuki bulan Ramadhan dihadapkan juga dengan penyesuaian cara beribadah dari yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Selanjutnya, tradisi Lebaran yang identik dengan adanya aktivitas seperti pulang kampung, kumpul keluarga besar, open house serta kegiatan silaturahmi lainnya. Maka tahun ini harus dilaksanakan dengan metode yang berbeda.

“Namun demikian, perubahan cara tersebut semoga tidak mengurangi nilai dari silaturahmi itu sendiri,” imbuhnya.

Trisno menjelaskan, tren new normal pariwisata after Covid-19 akan berbeda dengan sebelumnya. Protokol kesehatan akan diterapkan dari kedatangan hingga kepulangan wisatawan.

“Saya harapkan transaksinya lebih menggunakan transaksi non tunai, seperti dengan QRIS,” sebutnya.

SOP dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pun harus diterapkan di semua tempat. Seperti menggunakan masker, hand sanitizer, mencuci tangan, desinfektan, dan jaga jarak.

Mulai dari transportasi, hotel dan villa, tourism attraction, food and beverage, informal sector, tempat ibadah, hingga rumah sakit.

Walau demikian, berdasarkan survey pelaku usaha pariwisata. Pelaku usaha berpendapat Covid-19 akan pulih dalam jangka waktu 3-9 bulan ke depan.

“Kondisi pandemic  Covid-19 yang mulai berangsur-angsur pulih dari Tiongkok, Korsel, dan Australia,” sebutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Gelar Silaturahmi Online, KpwBI Bali Bahas Tren New Normal Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19, https://bali.tribunnews.com/2020/05/27/gelar-silaturahmi-online-kpwbi-bali-bahas-tren-new-normal-pariwisata-pasca-pandemi-covid-19?page=2

 

Contact Us

BOOM PRO INDONESIA

Taman Ubersari, Jl. Hayam Wuruk No. 111 Denpasar – Bali
Telp : (0361)277-816
: 0811-394-13000
: info@boom.co.id / boomproduction.ph@gmail.com

member



    × How can I help you?